Rabu, 04 April 2018

media pembelajaran

Pengertian dan Contoh Media Pembelajaran Menurut Ahli Pendidikan



Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.  Dalam Proses belajar mengajar di kelas, Media berarti sebagai sarana yang berfungsi menyalurkan pengetahuan dari Gurukepada peserta didik. Kelancaran Aplikasi Model Pembelajaran sedikit banyak ditentukan pula oleh Media Pembelajaran yang digunakan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dalam penelitian Kuantitatif maupun Kualitatif juga menjadi ukuran penting dalam proses pembuktian  hipotesa. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.

Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
  1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
  2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
  3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
  4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
  5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
  6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
  7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
  8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak
Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya:
  1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
  2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
  3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), LCD Proyektor dan sejenisnya
  4. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
  5. Study Tour Media : Pembelajaran langsung ke obyek atau tempat study seperti Museum, Candi, dll.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.
Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini :
Jenis Media
1
2
3
4
5
6
Gambar Diam
S
T
S
S
R
R
Gambar Hidup
S
T
T
T
S
S
Televisi
S
S
T
S
R
S
Obyek Tiga Dimensi
R
T
R
R
R
R
Rekaman Audio
S
R
R
S
R
S
Programmed Instruction
S
S
S
T
R
S
Demonstrasi
R
S
R
T
S
S
Buku teks tercetak
S
R
S
S
R
S
Keterangan :
R = Rendah S = Sedang T= Tinggi
1 = Belajar Informasi faktual
2 = Belajar pengenalan visual
3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan
4 = Prosedur belajar
5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik
6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.

sumber: 
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/
buku cooperative learning agus suprijono

tarian tradisional



TARIAN TRADISIONAL

Nama-Nama Tarian Tradisional Di Indonesia


Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam diantaranya Tari Seudati, Tari Saman Meusekat dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sumatera Barat diantaranya Tari Piring, Tari payung dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sumatera Utara diantaranya Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Riau diantaranya Tari Tandak, Tari Makan Sirih dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kepulauan Riau diantaranya Tari Serampang Dua belas dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Bengkulu diantaranya Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Jambi diantaranya Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan dan lainnya.
Tarian yang berasala dari daerah Provinsi Bangka Belitung diantaranya Tari Campak dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sumatera Selatan diantaranya Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Lampung diantaranya Tari Jangget, Tari Melinting dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi DKI Jakarta diantaranya Tari Topeng, Tari Yopong dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Banten diantaranya Tari Merak, Tari Cokek dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi DI Yogyakarta diantaranya Tari Serimpi Sanggu Pati, Tari Bedhaya dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daeraha Provinsi Jawa Tengah diantaranya Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Jawa Barat diantaranya Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Jawa Timur diantaranya Tari Rempong, Tari Reog Ponorogo dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Bali diantaranya Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur diantaranya Tari Perang, Tari Caci dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat diantaranya Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Barat diantaranya Tari Monong, Tari Zapin Tembung dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Utara diantaranya Tarian Kancet Ledo dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Selatan diantaranya Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Tengah diantaranya Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Timur diantaranya Tari Gong, Tari Perang dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Selatan diantaranya Tari Kipas, Tari Bosara dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Tengah diantaranya Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Barat diantaranya Tari Toerang Batu dan lainnya.
Terian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Utara diantaranya Tari Maengket, Tari Polo dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Tenggara diantaranya Tari Balumpa, Tari Dinggu dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Gorontalo diantaranya Tari Saronde dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Maluku diantaranya Tari Lenso, Tari Cakelele dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Maluku Utara diantaranya Tari Perang, Tari Nahar Ilaa dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Papua diantaranya Tari Selamat Datang, Tari Musyoh dan lainnya.
Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Papua Barat diantaranya Tari Suanggi, Tari Perang Papua dan lainnya.


matahari

PENGERTIAN MATAHARI
 A. PENGERTIAN MATAHARI
Matahari adalah bintang yang menjadi pusat tata surya.  Matahari berupa bola pijar yang berukuran sangat besar.  Mata hari dapat dikatakan sebagi bintang karena memiliki energi cahaya sendiri. Cahaya matahari terlihat lebih cemerlang dibandingkan dengan cahaya bintang lainnya. Matahari adalah bintang yang terdekat bumi. Matahari disebut sebagai pusat tata surya karena memiliki gaya gravitasi yang tinggi. Hal ini menyebabkan matahari dikelilingi oleh planet-planet dan benda langit yang terdapat dalam tata surya.  Pada tata surya 98 % massa tata surya terkumpul pada matahari.
Pengertian, Struktur, Pembentukan dan Karakteristik Matahari
MATAHARI
B. SEJARAH DAN TEORI TERBENTUKNYA MATAHARI
Matahari adalah bintang yang terdapat dalam tata surya. Hal ini menunjukkan bahwa proses terbentuknya matahari sama dengan proses terbentuknya bintfang-bintang lainnya. Dimana kita mengetahui bahwa ciri umum dari bintang adalah tersusun dari hydrogen dan helium. Pada bagian matahari tiga perempat dari bagiannya disusun oleh hidrogen, sedangkan bagian yang menjadi sisanya tersusun atas dominasi helium. Matahari dikatakan bintang karena matahari terbentuk dari awan gas dan debu yang mengerut.
Awan gas tersebut memiliki partikel-partikel. Partikel gas yang berada ditepi luar awan itu (nebula), mulai jatuh ke pusat. Gravitasi partikel-partikel ini secara bersama-sama menarik atom yang lebih banyak lagi. Semakin lama awan gas itu akan semakin mampat. Selama 10 juta tahun, awan gas itu bertambah kemampatannya dan suhunya pun bertambah panas. Kemudian akan terjadi suatu perubahan penting yang pada bagian intinya. Perubahan ini terjadi karena adanya tarikan gravitasi. Tekanan yang semakin lama semakin membesar akan memaksa inti-inti atom berpadu dalam proses lain. Proses tersebut adalah proses fusi nuklir. Proses ini mengeluarkan energi yang sangat besar. Ketika api pada intinya menyala, maka matahari telah menjadi bintang.

C. STRUKTUR LAPISAN DAN BAGIAN – BAGIAN MATAHARI
Jika dilihat dari strukturnya, secara kimiawi matahari berupa bola pijar raksasa yang bagian permukaannya tidak berbentuk padat. Bagian permukaan matahari terbentuk dari gabungan gas dan medan megnet. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli hasilnya menunjukkan bahwa tiga per empat bagian matahari merupakan bagian yang didominasi oleh hidrogen. Bagian ini sekitar 70 % dari bagian matahari. Sedangkan seperempat atau 30% bagian lainnya didominasi oleh helium. Unsur-unsur lain yang menyusun matahari adalah oksigen, karbon, neon, besi, dan gas lain.
Matahari jika dilihat dari bumi terlihat seperti bola api yang memancarkan cahaya. Akan tetapi jika dikaji lebih dalam lagi matahari tersusun dari beberapa bagian. Bagian-bagian matahari tersebut adalah sebagai berikut:
http://www.ilmudasar.com/2017/04/Pengertian-Struktur-Pembentukan-Ciri-dan-Karakteristik-Matahari-adalah.html
Struktur Lapisan Dan Bagian Bagian Matahari

media pembelajaran

Pengertian dan Contoh Media Pembelajaran Menurut Ahli Pendidikan Posted by  Dodik heru setyawan  on 18.04 Media berasal dar...